Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit dan Ciawi. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar.
Banyaknya jalur menuju puncak Gunung Salak dan saling bersimpangan tentu membingungkan para pendaki. Banyak diantaranya yang kemudian tersasar dan menghilang.
Banyaknya jalur pendakian banyak pula mitos atau kisah yang menyelimuti Gunung Salak. Selain kawasan ini dianggap suci bagi kalangan masyarakat Sunda wiwitan karena dianggap sebagai tempat terakhir Prabu Siliwangi.
Lokasi ini ternyata juga disebut banyak menyimpan harta karun peninggalan Belanda. Harta itu berupa emas murni yang dimasukan di dalam peti. Dan peti-peti itu kemudian dikubur di empat titik terpisah di area Gunung Salak.
Harta tersebut sengaja di kubur VOC, karena takut diambil tentara Jepang yang masuk ke
Setelah sukses menguburnya, mereka kemudian membuat peta penunjuk arah yang disertai tanda-tanda fisik lokasi. Waktu itu VOC berharap ketika mereka datang lagi ke
Tapi kenyataanya setelah Jepang keluar,
Kabar tentang adanya harta timbunan itu di Gunung Salak sempat beredar tahun 1953. Waktu itu, sejumlah warga Cidahu mendengar kalau harta karun itu di kubur di wilayah kaki Gunung Salak tersebut. Info yang mereka terima tanda fisik tempat penyimpanan harta itu adalah tembok yang tebalnya 120 centimeter persegi.
Sementara warga yang coba mencari harta itu di sekitar Kawah Ratu banyak yang tewas karena menghadapi
Kini kabar harta itu kemudian muncul kembali pertengahan 2006 lalu. Bajari saat sedang menunggu warung miliknya, didatangi tiga pria. Mereka mengaku berasal dari
Tiga pria itu menanyakan tentang beberapa tanda fisik, yang katanya tempat penyimpanan harta karun yang sempat menghebohkan warga Cidahu 1953 lalu. Tanda-tanda fisik yang tertera di peta adalah berupa aliran sungai, pohon bambu, pohon damar dan sebuah tembok berukuran 120 centimeter persegi.
Namun oleh Bajari dikatakan tanda-tanda yang tertera di peta sudah tidak ada lagi. Ukuran wilayah yang tertera di peta tersebut juga sudah banyak yang bergeser sehingga sulit untuk melacaknya.
Menurut pengakuannya Bajari di sekitar Gunung Salak memang banyak harta yang ditanam oleh para pengusaha asal Belanda yang kabur sebelum pendudukan Jepang ke
Hayo, siapa yg mau berburu harta? Nyawa taruhannya.
7 Mahasiswa Hilang di Gunung Salak
“Tim akan terdiri dari tujuh orang, membawa peralatan dan logistik,” kata
Menurut Zion, saat ini anggota dari Tim SAR gelombang 3 tengah dipersiapkan untuk mem-back up Tim 1 dan dan Tim 2 yang sudah diterjunkan terlebih dahulu ke lokasi. Hingga pukul 20.00 WIB, ketujuh orang yang akan diberangkatkan sedang bersiap-siap membereskan perlengkapannya.
“Saat ini kami sedang kerjakan. Mudah-mudahan segera diberangkatkan,” kata
“Tim 3 ini akan berangkat menuju ke Cimelati untuk nanti berkorrdinasi dengan tim yang sudah ada disana,” imbuhnya.
Tujuh mahasiswa Universitas Yarsi hilang saat mendaki Gunung Salak, Jawa Barat, pada hari Minggu, 1 Januari. Mereka adalah 5 mahasiswa Fakultas Kedokteran, 1 mahasiswa Fakultas Hukum, dan 1 alumni Fakultas Teknik Informatika. Hingga saat ini baru satu orang yang ditemukan. (van/sho)
Sukabumi – Tim SAR menemukan salah seorang dari 7 mahasiswa Yarsi yang diduga hilang di Gunung Salak. Mahasiswa yang ditemukan itu bernama Trias Mujahid. Ia ditemukan di puncak Gunung Salak 1.
Demikian disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bambang Sofianto kepada wartawan di Posko 1 Murbey, Gunung Salak 1, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (2/2/2009).
Dari laporan Tim SAR 1 lewat SMS yang diterima Bambang, Trias ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB. Disebutkan kondisi Trias baik. Tapi seperti apa detailnya, Bambang belum mengetahuinya.
“Saya belum tahu persis kondisi korban saat ini bagaimana. Karena saya baru mendapatkan kabar melalui layanan SMS. Namun kondisinya baik-baik,” katanya.
Ciri-ciri Trias yakni tinggi 165 cm, berkulit putih, berambut lurus pendek. Pada saat ditemukan, perbekalan Trias sudah habis. Alas kaki atau sandalnya rusak.
7 personel Tim SAR tambahan kembali naik ke puncak Gunung Salak 1 untuk melanjutkan pencarian. Cuaca di lokasi pendakian saat ini mengalami hujan deras dan berkabut tebal. (gus/iy)
Sukabumi – Trias Mujahid, salah satu mahasiswa Yarsi yang hilang di Gunung Salak berhasil ditemukan tim SAR dalam keadaan selamat. Namun karena cuaca buruk, Trias masih belum bisa dievakuasi dari lokasi penemuan.
Hal tersebut diungkapkan Bambang Sofyanto, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, di posko Murbey, Desa Cimalati, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (2/2/2009).
“Trias belum bisa dibawa turun oleh Tim SAR karena cuaca sangat buruk. Saat ini di
Trias ditemukan di puncak satu Gunung Salak oleh Tim SAR. Kondisi pemuda tersebut dilaporkan dalam keadaan baik. “Dia hanya kekurangan bahan makanan,” ungkap Bambang.
Trias dan 6 orang temannya melakukan pendakian pada Sabtu 31 Januari 2008. Namun sampai minggu malam keduanya belum kembali. Padahal para mahasiswa ini hanya membawa perbekalan untuk dua hari. Hingga saat ini, nasib 6 orang mahasiswa lainnya masih belum diketahui. (djo/djo)
2006-2009, Enam Peristiwa Hilangnya Pendaki Gunung
Pada 2006 tercatat dua orang mahasiswa hilang saat mendaki gunung. Yakni mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar),
Kemudian, Dian Susanto, mahasiswa D3 Universitas Jember (Unej) Jawa Timur Jurusan Administrasi Keuangan Fakultas Ekonomi angkatan 2004 dinyatakan hilang sejak 22 November 2006 saat mendaki Gunung Semeru.
Pada 2007, tiga orang mahasiswa STIE Bandung (Universitas Widyatama) hilang sejak 26 Desember 2007 di Gunung Agung,
Namun pada 6 Januari 2008, salah satu korban yakni Iqbal ditemukan. Berdasarkan peta, jenazah Iqbal ditemukan pada titik koordinat 08 derajat 20 menit 40 detik LS dan 115 derajat 20 menit 33 detik BT. Sedangkan dua lainnya belum ditemukan.
Lalu dua mahasiswa Universitas Katolik Atmajaya,
Melangkah ke 2008. tiga mahasiwa Universitas Brawijaya Malang (Unibraw) yakni Wawan asal Batu-Malang, Iwan Sugiono asal Madiun dan Sugeng asal Lumajang hilang di Gunung Semeru pada Maret 2008. Ketiganya merupakan mahasiswa jurusan Perikanan angkatan 2002.
Namun belakangan diketahui, ternyata ketiganya tidak hilang. Melainkan, hanya Rahmatullah saja yang sempat hilang, namun ditemukan kembali.
Saat ini, di bulan kedua tahun 2009, tujuh mahasiswa Universitas Yarsi Jakarta dikabarkan hilang saat mendaki Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Sofyan (22), Reza (21), Hengki (22), Rizki (18), Kiki (18), Tika (18), dan Tias (18).(lsi)
Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit dan Ciawi. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar.
Banyaknya jalur menuju puncak Gunung Salak dan saling bersimpangan tentu membingungkan para pendaki. Banyak diantaranya yang kemudian tersasar dan menghilang.
Banyaknya jalur pendakian banyak pula mitos atau kisah yang menyelimuti Gunung Salak. Selain kawasan ini dianggap suci bagi kalangan masyarakat Sunda wiwitan karena dianggap sebagai tempat terakhir Prabu Siliwangi.
Lokasi ini ternyata juga disebut banyak menyimpan harta karun peninggalan Belanda. Harta itu berupa emas murni yang dimasukan di dalam peti. Dan peti-peti itu kemudian dikubur di empat titik terpisah di area Gunung Salak.
Harta tersebut sengaja di kubur VOC, karena takut diambil tentara Jepang yang masuk ke
Setelah sukses menguburnya, mereka kemudian membuat peta penunjuk arah yang disertai tanda-tanda fisik lokasi. Waktu itu VOC berharap ketika mereka datang lagi ke
Tapi kenyataanya setelah Jepang keluar,
Kabar tentang adanya harta timbunan itu di Gunung Salak sempat beredar tahun 1953. Waktu itu, sejumlah warga Cidahu mendengar kalau harta karun itu di kubur di wilayah kaki Gunung Salak tersebut. Info yang mereka terima tanda fisik tempat penyimpanan harta itu adalah tembok yang tebalnya 120 centimeter persegi.
Sementara warga yang coba mencari harta itu di sekitar Kawah Ratu banyak yang tewas karena menghadapi
Kini kabar harta itu kemudian muncul kembali pertengahan 2006 lalu. Bajari saat sedang menunggu warung miliknya, didatangi tiga pria. Mereka mengaku berasal dari
Tiga pria itu menanyakan tentang beberapa tanda fisik, yang katanya tempat penyimpanan harta karun yang sempat menghebohkan warga Cidahu 1953 lalu. Tanda-tanda fisik yang tertera di peta adalah berupa aliran sungai, pohon bambu, pohon damar dan sebuah tembok berukuran 120 centimeter persegi.
Namun oleh Bajari dikatakan tanda-tanda yang tertera di peta sudah tidak ada lagi. Ukuran wilayah yang tertera di peta tersebut juga sudah banyak yang bergeser sehingga sulit untuk melacaknya.
Menurut pengakuannya Bajari di sekitar Gunung Salak memang banyak harta yang ditanam oleh para pengusaha asal Belanda yang kabur sebelum pendudukan Jepang ke
Hayo, siapa yg mau berburu harta? Nyawa taruhannya.
7 Mahasiswa Hilang di Gunung Salak
“Tim akan terdiri dari tujuh orang, membawa peralatan dan logistik,” kata
Menurut Zion, saat ini anggota dari Tim SAR gelombang 3 tengah dipersiapkan untuk mem-back up Tim 1 dan dan Tim 2 yang sudah diterjunkan terlebih dahulu ke lokasi. Hingga pukul 20.00 WIB, ketujuh orang yang akan diberangkatkan sedang bersiap-siap membereskan perlengkapannya.
“Saat ini kami sedang kerjakan. Mudah-mudahan segera diberangkatkan,” kata
“Tim 3 ini akan berangkat menuju ke Cimelati untuk nanti berkorrdinasi dengan tim yang sudah ada disana,” imbuhnya.
Tujuh mahasiswa Universitas Yarsi hilang saat mendaki Gunung Salak, Jawa Barat, pada hari Minggu, 1 Januari. Mereka adalah 5 mahasiswa Fakultas Kedokteran, 1 mahasiswa Fakultas Hukum, dan 1 alumni Fakultas Teknik Informatika. Hingga saat ini baru satu orang yang ditemukan. (van/sho)
Sukabumi – Tim SAR menemukan salah seorang dari 7 mahasiswa Yarsi yang diduga hilang di Gunung Salak. Mahasiswa yang ditemukan itu bernama Trias Mujahid. Ia ditemukan di puncak Gunung Salak 1.
Demikian disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bambang Sofianto kepada wartawan di Posko 1 Murbey, Gunung Salak 1, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (2/2/2009).
Dari laporan Tim SAR 1 lewat SMS yang diterima Bambang, Trias ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB. Disebutkan kondisi Trias baik. Tapi seperti apa detailnya, Bambang belum mengetahuinya.
“Saya belum tahu persis kondisi korban saat ini bagaimana. Karena saya baru mendapatkan kabar melalui layanan SMS. Namun kondisinya baik-baik,” katanya.
Ciri-ciri Trias yakni tinggi 165 cm, berkulit putih, berambut lurus pendek. Pada saat ditemukan, perbekalan Trias sudah habis. Alas kaki atau sandalnya rusak.
7 personel Tim SAR tambahan kembali naik ke puncak Gunung Salak 1 untuk melanjutkan pencarian. Cuaca di lokasi pendakian saat ini mengalami hujan deras dan berkabut tebal. (gus/iy)
Sukabumi – Trias Mujahid, salah satu mahasiswa Yarsi yang hilang di Gunung Salak berhasil ditemukan tim SAR dalam keadaan selamat. Namun karena cuaca buruk, Trias masih belum bisa dievakuasi dari lokasi penemuan.
Hal tersebut diungkapkan Bambang Sofyanto, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, di posko Murbey, Desa Cimalati, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (2/2/2009).
“Trias belum bisa dibawa turun oleh Tim SAR karena cuaca sangat buruk. Saat ini di
Trias ditemukan di puncak satu Gunung Salak oleh Tim SAR. Kondisi pemuda tersebut dilaporkan dalam keadaan baik. “Dia hanya kekurangan bahan makanan,” ungkap Bambang.
Trias dan 6 orang temannya melakukan pendakian pada Sabtu 31 Januari 2008. Namun sampai minggu malam keduanya belum kembali. Padahal para mahasiswa ini hanya membawa perbekalan untuk dua hari. Hingga saat ini, nasib 6 orang mahasiswa lainnya masih belum diketahui. (djo/djo)
2006-2009, Enam Peristiwa Hilangnya Pendaki Gunung
Pada 2006 tercatat dua orang mahasiswa hilang saat mendaki gunung. Yakni mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar),
Kemudian, Dian Susanto, mahasiswa D3 Universitas Jember (Unej) Jawa Timur Jurusan Administrasi Keuangan Fakultas Ekonomi angkatan 2004 dinyatakan hilang sejak 22 November 2006 saat mendaki Gunung Semeru.
Pada 2007, tiga orang mahasiswa STIE Bandung (Universitas Widyatama) hilang sejak 26 Desember 2007 di Gunung Agung,
Namun pada 6 Januari 2008, salah satu korban yakni Iqbal ditemukan. Berdasarkan peta, jenazah Iqbal ditemukan pada titik koordinat 08 derajat 20 menit 40 detik LS dan 115 derajat 20 menit 33 detik BT. Sedangkan dua lainnya belum ditemukan.
Lalu dua mahasiswa Universitas Katolik Atmajaya,
Melangkah ke 2008. tiga mahasiwa Universitas Brawijaya Malang (Unibraw) yakni Wawan asal Batu-Malang, Iwan Sugiono asal Madiun dan Sugeng asal Lumajang hilang di Gunung Semeru pada Maret 2008. Ketiganya merupakan mahasiswa jurusan Perikanan angkatan 2002.
Namun belakangan diketahui, ternyata ketiganya tidak hilang. Melainkan, hanya Rahmatullah saja yang sempat hilang, namun ditemukan kembali.
Saat ini, di bulan kedua tahun 2009, tujuh mahasiswa Universitas Yarsi Jakarta dikabarkan hilang saat mendaki Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Sofyan (22), Reza (21), Hengki (22), Rizki (18), Kiki (18), Tika (18), dan Tias (18).(lsi)

0 Response to "Misteri Gunung Salak"
Posting Komentar